pradiptaputra09.blogspot.com

Pages

Sabtu, 09 Februari 2013

Resensi Novel "SANG PEMIMPI"

    Identitas Buku  
    Judul           : Sang Pemimpi
    Penulis        : Andrea Hirata
    Penerbit      : PT Bentang Pustaka
    Halaman     : x + 292 Halaman
    Cetakan      : Ke -14, Januari 2008
    ISBN          : 979-3062-92-4
          Luar biasa, Begitulah kesan yang tersirat setelah membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata . Bagaimana tidak? Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkan mampu dikemas dengan baik. Ditinjau dari segi instrinsik, novel ini bisa dibilang tanpa celah. Sebab, Andrea Hirata dengan cerdas menggambarkan karakter dan diskripsi yang begitu kuat tiap karakternya. Sehingga para pembaca bisa menafsirkan arah jalannya cerita. Novel ini memiliki kekayaan bahasa sekaligus keteraturan berbahasa Indonesia. Dimulai dari istilah-istilah sainfik, humor, hingga dialog dan sastra melayu bertebaran di sepanjang halaman. Mula-mulanya, cerita ini lebih bernuansa komikal dengan latar kenakalan remaja. Namun, lebih dalam menjelajahi setiap makna kata demi kata, terasalah begitu kuat karakter yang muncul di setiap tokoh-tokohnya. Terlebih saat Andrea Hirata membawa kita ke dalam kenyataan hidup yang harus dihadapi tokoh ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan dan dengan sensasi filosofis Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat menghantarkannya ke Sorbonne, Kota Impiannya. 
          Selain menggambarkannya betapa superpowernya kekuatan mimpi. Novel ini juga menceritakan kebijaksanaan seoran ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya ditengah keterbatasan hidup menjadikan semangat yang membara bagi Ikal dan Arai untuk menggapai mimpinya. Disinilah cerita berevolusi menjadi balada yang mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moril.
              Betapa kehabatnya Andrea Hirata yang telah berhasil memberi suguhan kisah yang kental dengan budaya melayu. Selain bisa membuat seorang kembali membangun mimpi-mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mncitainya dengan tulus meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar